Terowongan Tol Cisumdawu Retak, Pasien RSUD Dievakuasi Seiring Gempabumi Sumedang M 4.8

TRIBUNJATENG.COM – Wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat diguncang tiga kali gempabumi dalam sehari. Sejumlah fasilitas publik mengalami “kerusakan” seperti keretakan dinding “Cisumdawu Twin Tunnel” atau Terowongan Kembar Tol Cisumdawu atau retakan pada ruang lantai 5 dan 7 RSUD Sumedang.

Gempabumi ini diawali oleh dua gempabumi pembuka (foreshock) berkekuatan M 4.1 yang terjadi pada pukul 14.35 WIB dan M 3.4 pada pukul 15.38 WIB.

Lalu Gempabumi berkekuatan magnitudo M 4.8 mengguncang wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada malam tahun baru 2024 atau Minggu (31/12) pukul 20.34 WIB.

Hasil rekaman data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempabumi yang pertama dengan kekuatan M 4.1 berpusat di 6.48 LS dan 107.93 BT pada kedalaman 10 kilometer.

Gempa kedua berkekuatan M 3.4 pada kedalaman 6 kilometer berada di titik 6.84 LS dan 107.34 BT dan yang ketiga (main shoke) atau M 4.8 berdekatan dengan pusat gempabumi sebelumnya yakni di 6.85 LS dan 107.94 BT dengan kedalaman 5 kilometer.

Sebelumnya laporan yang dihimpun Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), gempabumi yang kedua (M4.1) dirasakan cukup kuat oleh sebagian besar masyarakat Sumedang selama 2-3 detik.

“Guncangan itu membuat warga panik dan berhamburan keluar ruangan,” ujar Kapusdatin BNPB Abdul Muhari, dalam keterangan pers.

Baca juga: Diguncang Gempa Magnitudo 4.8, 2 Ruang Rawat Inap RSUD Sumedang Alami Kerusakan

Baca juga: 270 Pasien RSUD Sumedang Dirawat di Pelataran, Retak-retak di Ruang Lantai 5 dan 7

Untuk gempa bumi M4.8 saat ini tim BPBD masih di lapangan untuk melakukan kaji cepat situasi dan pendataan dampak kerusakan. Laporan visual yang sementara didapatkan terjadi kerusakan ringan hingga sedang di beberapa rumah dan sekolah khususnya di daerah Babakan Hurip, Sumedang.

Gempabumi M4.8 ini juga menyebabkan adanya sedikit keretakan dinding “Cisumdawu Twin Tunnel” atau Terowongan Kembar Tol Cisumdawu. Pihak pengelola Tol Cisumdawu telah berada di lokasi untuk asesmen dan tindakan lainnya yang dianggap perlu.

“Atas keretakan itu dipastikan sementara tidak mengganggu lalu lintas dan  kondisi masih aman terkendali,” katanya.

 Di sisi lain, gempa bumi ini turut menyebabkan Rumah Sakit Umum Daerah Kecamatan Sumedang Selatan mengalami kerusakan ringan di bagian langit-langit dan keretakan dinding.

Bahkan, Pemerintah Kabupaten Sumedang telah meminta agar seluruh pasien dan petugas rumah sakit keluar sementara dari gedung sebagai antisipasi hingga keadaan dapat dipastikan aman.

“Para pasien dan petugas dievakuasi sementara untuk jaga-jaga hingga semua dipastikan aman,” kata Pj. Sekda Kabupaten Sumedang, Tuti Ruswati dalam keterangan singkat.

Ratusan pasien dievakuasi dari Rumah Sakit Umum Daerah Kecamatan Sumedang Selatan sesaat gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 4.8 melanda Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada malam Tahun Baru 2024 atau Minggu (31/12/2023) malam. 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com 

Sumber: Tribunnews.com

BERITATERKAIT

Ikuti kami di

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *