UPDATE : Polisi Tetapkan 5 Tersangka Kasus Ratusan Anjing Diangkut Truk Kalingkangkung Semarang

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG – Polrestabes Semarang menetapkan lima tersangka atas kasus penyelundupan ratusan anjing dari Subang, Jawa Barat ke Sragen, Jawa Tengah.

Kelima tersangka tersebut masing-masing MK (52), AR (49),  WG (62), dan EY (29).

Mereka berperan sebagai sopir, kuli bongkar dan muat anjing.

Satu tersangka lainnya, DH (43) warga warga Gemolong, Sragen merupakan pemesan ratusan anjing tersebut. 

“Tersangka utama DH yang  berperan memesan (anjing) dari Subang ke Sragen,” ujar Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar di Mapolrestabes, Kota Semarang, Jumat (29/12/2023).

Kasus tersebut terbongkar selepas ratusan anjing  diangkut menggunakan truk dicegat oleh aktivis pencinta hewan bersama anggota Polrestabes Semarang di Gerbang Tol Kalikangkung, Sabtu (6/1/2024) sekira pukul 22.30 WIB. 

Irwan melanjutkan, DH memesan sebanyak 226 ekor anjing bakal untuk dikonsumsi. 

Dari ratusan anjing, 12 di antaranya mati saat perjalanan. 

“DH pesan udah beberapa kali. Bulan Desember 2023 saja sudah dua kali tiap pesan ada 100an. Yang viral kemarin itu yang bagian dari mereka juga,” ungkapnya. 

Selain menentapkan tersangka atas kasus tersebut, polisi mendalami pula keaslian surat-surat yang dibawa oleh tersangka meliputi surat jalan dari Polsek Subang dan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Peternakan Subang.

Surat itu sebagai dalih tersangka untuk membawa ratusan anjing ke Sragen.

“Surat-surat itu tidak teregister semua jadi kemungkinan palsu. Untuk memastikan itu nanti ada langkah dari penyidik yang akan pergi ke Subang,” ucapnya.

Ia menambahkan, kasus ini terus berjalan di antaranya melakukan autopsi bagian tubuh anjing yang mati akibat pengiriman. 

Bagian tubuh itu akan dikirim ke Universitas Airlangga (Unair) urabaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Kalau anjing yang masih hidup nanti kami bawa ke  tempat penampungan anjing dibantu para komunitas. Rencananya ke Gunungpati,” katanya.

Para tersangka dijerat Pasal 89 Undang-undang nomor 18 tahun 2009 tentang peternakan dan kesehatan hewan dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun. 

“Iya, ada ancaman pasal itu karena mereka (tersangka) juga melakukan penyiksaan seperti mengikat mulut, kaki, dan tubuh dimasukkan ke karung serta digantung. Adapula jamur ditemukan di tubuh anjing,” imbuh Wakapolrestabes Semarang AKBP Wiwit Ari Wibisono. (iwn)

Baca juga: Bupati Wonosobo Rotasi 7 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama 

Baca juga: Tanggapi Penangkapan Saipul Jamil yang Viral, Farhat Abbas: Seperti Menangkap Maling Ayam

Baca juga: Kunci Jawaban Pendidikan Pancasila Kelas 2 SD Halaman 107 Bab 3, Mari Melakukan

Baca juga: Profil Keluarga Anisha Isa Mantu Raja Brunei, Kakeknya Pendiri Royal Brunei Airlines

Sumber: Tribun Jateng

BERITATERKAIT

Ikuti kami di

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *