Sosialisasi Empat Pilar MPR di LDII Kabupaten Kebumen : Perbedaan Bukanlah Penghalang untuk Bersatu

TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN — Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo, menggarisbawahi pentingnya peran bersama semua komponen bangsa, termasuk seluruh umat beragama, dalam menumbuhkembangkan dan menjaga soliditas kebangsaan Indonesia.

Dalam acara Sosialisasi Empat Pilar MPR di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Bamsoet menegaskan bahwa wawasan kebangsaan yang memadai menjadi kunci utama untuk mencegah perpecahan dalam masyarakat.

Indonesia, sebagai bangsa yang sangat majemuk dan heterogen, membutuhkan kesadaran bersama untuk menghargai perbedaan latar belakang agama, suku, dan budaya.

“Setiap perbedaan latar belakang agama, suku, dan budaya bukanlah penghalang bagi kita untuk bersatu dan bukanlah penghalang bagi kita untuk hidup rukun dalam keharmonisan.

Perbedaan juga bukan penghalang untuk hidup saling menghormati, saling membantu, tolong menolong, dan membangun solidaritas sosial yang kokoh,” ujar Bamsoet, dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR saat kunjungannya bersama Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Kebumen, di Kebumen, Jawa Tengah, Jumat (19/1).

Pada kesempatan tersebut, Ketua DPW LDII Provinsi Jawa Tengah, Bapak Prof. Dr. H. Singgih Tri Sulistiyono, M.Hum, turut hadir.

Bamsoet, dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR saat kunjungannya bersama Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Kebumen, di Kebumen, Jawa Tengah, Jumat (19/1). (Istimewa)

Beliau memaparkan 4 pilar, menyoroti pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, terutama menghadapi tantangan politik menjelang tahun 2024.

Dalam paparannya, Prof. Singgih mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan pengabdian demi mewujudkan Indonesia yang dicita-citakan bersama.

“Dengan semangat yang selalu bisa sinergi, bekerjasama rukun, saling menghargai semangat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan mengatasi segala macam tantangan untuk menghadapi isu-isu yang memecah belah kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara ini,” ucap Prof. Singgih.

Guru Besar Undip ini juga memberikan peringatan agar masyarakat tetap berhati-hati dan mawas diri di tengah dinamika politik menjelang tahun 2024.

“Jangan sampai kita seperti hidup di dalam zaman-zaman perpecahan dulu dimana orang-orang suka menebar kebencian, menebar pecah belah, menebar konflik. Ini harus kita hindari, justru kita harus menebar rasa kasih sayang, persahabatan, silaturahim,” tegasnya.

 Dr Husen Msi, Korda LDII Banyumas, wilayah purbalingga, banjar negara , kebumen, menambahkan bahwa warga LDII sekorda Banyumas siap mensukseskan program pemerintah untuk mensosialisaikan 4 pilar semaksimal mungkin ke warga LDII.

“Saya setuju dengan pesan Ketua DPR RI tadi, Yang lebih utama adalah merawat dan menjaga soliditas kebangsaan adalah penyelenggaraan Pemilu serentak yang pelaksanaannya tinggal menghitung hari.

Husen berharap Pemilu tidak menyebabkan polarisasi rakyat pada kutub-kutub yang berseberangan yang bermuara pada lahirnya konflik horizontal.

Acara ini dihadiri Wakil Bupati Kebumen Ristawati Purwaningsih, Ketua DPW LDII Jawa Tengah Singgih Tri Sulistiyono, Ketua Dewan Penasehat LDII Kebumen Agus Septadi, Ketua LDII Kebumen Gunardi, dan Sekretaris LDII Kebumen Hadi Purwanto.

Dr. Husen Msi bertindak sebagai moderator, Menjadi suasana semakin hidup, semakin menarik , sehingga terciptanya suasana harmonis dan kekeluargaan.

Semua pihak berharap agar melalui upaya bersama, Indonesia dapat membangun pondasi yang kuat untuk mencapai cita-cita Indonesia Emas 2024. (*)

Sumber: Tribun Jateng

BERITATERKAIT

Berita Terkait :#LDII

Ikuti kami di

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *