Cara Unik Dosen Unnes Semarang Kritik Pemerintah Tapi Tak Mau Ditumpangi Kepentingan Politik

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Dosen Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Unnes Semarang, Andy Suryadi punya cara unik untuk merespon dinamika sosial politik belakangan ini.

Jika guru besar dan akademisi dari berbagai kampus melakukan aksi mengkritisi demokrasi dan jalannya pemerintahan dengan beramai-ramai, Andy Suryadi memilih melakukan aksinya sendirian.

Ia melakukan aksi tanpa seruan bertajuk ‘Wani Dewe’. 

Hal ini dilakukan agar aksinya bener-benar steril dari tunggangan  kepentingan politik apapun.

Ia dengan percaya diri membaginya selebaran kepada jurnalis dan mahasiswa terkait uneg-unegnya sebagai dosen yang prihatin melihat kondisi bangsa di depan gedung Rektorat Unnes, Rabu (7/2/2024).

“Iya ini seruan sendiri, wani dewe. Tentu suara dari pribadi saya sendiri, entah mewakili masyarakat atau tidak, terserah nanti mereka menilainya,” ujar Andy Suryadi.

Baca juga: 30 Guru Besar Undip Soroti Kemunduran Etika Demokrasi Pemerintah di Tahun Politik

Baca juga: Kata Anies Baswedan soal UGM dan UII Kritik Jokowi: Artinya Ada Masalah Serius

Ia menyebut, setidaknya ada enam poin pendapat atas sikapnya.

Di antara enam poin itu, ia menekankan, kampus dan utamanya mahasiswa memiliki peranan besar dalam berbagai peristiwa perubahan. 

Oleh karena itu, kampus menjadi tempat yang seksi dan rawan untuk ditarik ke kancah politik praktis. 

“Maka, segala bentuk upaya yang menyeret kampus ke kancah politik yang ditumpangi kepentingan elektoral harus diwaspadai bahkan harus dihentikan,” paparnya.

Dari banyaknya gelombang seruan dari berbagai kampus, kata dia, patut diduga tidak semuanya bersih atau ada sebagian yang berafiliasi dengan kontestan pemilu 2024.

“Maka dari  itu tanpa mengurangi rasa hormat terhadap mereka yang benar-benar bersih dari kepentingan elektoral, saya menghimbau agar kita tetap mengkritisi dan tidak begitu saja menerima suara tersebut sebagai suara yang pasti suci dari kepentingan electoral,” bebernya.

Ia menambahkan, pernyataan ini muncul tanpa pesanan dan tekanan, serta semata-mata bagian dari hak mengemukakan pendapat secara demokratis dalam merespons kondisi yang terjadi saat ini. 

“Semoga pemilu 2024 berlangsung aman dan damai karena apa artinya kekuasaan jika harus mengorbankan keamanan dan kedamaian anak bangsa,” terangnya. (iwn)

Sumber: Tribun Jateng

BERITATERKAIT

Ikuti kami di

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *