Nasib Napi Lapas Cipinang Pemeras Bocah SMP 19 Tahun, Kini Dipindah ke Nusakambangan Cilacap

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA – MA, warga binaan Lapas Kelas I Cipinang Jakarta yang terbukti melakukan pemerasan terhadap bocah SMP, kini telah memperoleh hukuman.

Dia telah dipindah ke Pulau Nusakambangan Kabupaten Cilacap sebagai hukuman tambahan sekaligus bagian memberikan efek jera.

Menggunakan modus love scamming, seorang warga binaan Lapas Kelas 1 Cipinang Jakarta memeras korbannya yang merupakan bocah bawah umur.

Baca juga: Modus Love Scamming, Napi Lapas Cipinang Peras Bocah SMP 19 Tahun, Ancam Sebar Foto Tanpa Busana

Baca juga: Motor Hantam Trotoar Setelah Serempetan di Depan Lapas Cipinang, Nyawa Pengendara Melayang

Seorang warga binaan di Lapas Kelas I Cipinang, Jakarta Timur berinisial MA (21), diduga memeras gadis berusia 13 tahun yang berdomisili di Jawa Barat.

Kalapas Kelas I Cipinang, EP Prayer Manik mengatakan, pemerasan tersebut dilakukan dengan modus love scamming.

Pelaku memeras dan mengancam akan menyebar foto tanpa busana wanita yang masih duduk di bangku SMP itu.

“Benar adanya, bahwasanya seorang warga binaan Lapas Cipinang masih dalam praduga tak bersalah melakukan tindak pidana menyebarkan informasi elektronik berupa muatan tindak kesusilaan,” terangnya seperti dilansir dari Kompas.com, Senin (1/7/2024).

Menurut EP Prayer, Polda Jabar sebelumnya telah menangani kasus ini terlebih dahulu.

Kemudian pada Selasa (25/6/2024), pihak Lapas baru melakukan penyisiran di setiap blok untuk mencari terduga pelaku, setelah mendapatkan informasi dari Polda Jabar.

“Karena kondisi memang sangat luas, ada tiga blok di sini, blok tipe 7, 5, dan 3, sehingga harus maping lagi.”

“Dan Alhamdulilah dapat di blok 5 tipe 5 di kamar aula,” kata EP Prayer.

EP Prayer menjelaskan, dari hasil penggeledahan, ditemukan satu handphone (HP) sebagai barang bukti yang digunakan MA untuk melakukan pemerasan.

“Dari hasil pemeriksaan yang telah kami lakukan, MA mengaku baru pertama kali melakukan itu dan tidak ada keterlibatan pertugas Lapas.”

“Ini murni memang inisiatif MA sendiri,” jelas dia.

Halaman selanjutnya

Halaman

12

Sumber: Kompas.com

BERITATERKAIT

Ikuti kami di

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *